Makalah obesitas pada dewasa

Adapun faktor-faktor lain yang berpengaruh dalam obesitas adalah gaya hidup dan konsumsi pangan, gaya hidup sendetari unsur gerak fisik sangat minimbeban mental stress dan lingkungan. Untuk mengetahui cara pencegahan dan pengobatan penyakit obesitas.

Jika konsumsi kalori dan lemak mereka berlebih, padahal tubuh tidak membakarnya, maka obesitas pada anak akan terjadi pada mereka. Gaya hidup yang seperti ini yang meningkatkan risiko obesitas. Makanan cepat saji junk food. Polimorfisme dalam variasi gen mengontrol nafsu makan dan metabolisme menjadi predisposisi obesitas ketika adanya kalorui yang cukup.

Pengukuran Secara Laboratorik 1. Genetik Seperti kondisi medis lainnya, obesitas adalah perpaduan antara genetik dan lingkungan.

Makalah Obesitas

Beberapa neurotransmiter, yaitu norepineprin, dopamin, asetilkolin dan serotonin berperan juga dalam regulasi keseimbangan energi, demikian juga dengan beberapa neuropeptide dan hormon perifer yang juga mempengaruhi asupan makanan dan berperan didalam pengendalian kebiasaan makan.

Pengukuran Secara Antropometrik 1. Umur Obesitas dapat terjadi pada seluruh golongan umur, baik pada anak-anak sampai pada orang dewasa Obesitas dapat terjadi pada balita ketika dalam tubuhnya terjadi ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi kalori energy intake terlalu banyak dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi energy expenditure.

Tidak Aktif Secara Fisik Teknologi modern banyak memaksa anak-anak untuk lebih banyak duduk diam menghabiskan waktu mereka di depan layar komputer maupun televisi sehingga mereka tidak banyak bergerak.

Di DKI Jakarta, prevalensi obesitas meningkat dengan bertambahnya umur.

Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.

Mutasi gen terjadi pada kromosom ke 15 yang mengatur nafsu makan. Faktor psikis.

Makalah Obesitas Pada Balita

Triguna makanan adalah sebagai: Obesitas Tipe Hypertropik Obesitas terjadi karena ukuran sel lemak menjadi lebih besar dibandingkan keadaan normal,tetapi jumlah sel tidak bertambah banyak dari normal.

Jenis dan beratnya latihan, serta jumlah pembatasan kalori pada setiap penderita berbeda-beda dan obat yang diberikan disesuaikan dengan keadaan penderita. Jenis Kelamin Jenis kelamin berpengaruh terhadap obesitas. Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.

Tinjauan Sekilas Tentang Obesitas. · Obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas dimasa dewasa dan berpotensi mengalami penyakit metabolik dan penyakit degeneratif dikemudian hari. · Disusul oleh Spanyol, dengan prevalensi 27% berdasarkan laporan Tim Obesitas Internasional (Cybermed, ).

Masalah obesitas meluas ke negara-negara berkembang: misalnya, di Thailand prevalensi obesitas pada tahun anak-anak telah meningkat dari 12,2% menjadi 15,6% hanya dalam dua tahun (WHO, ).4,5/5.

Makalah Obesitas BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dewasa ini masalah kegemukan (obesitas) merupakan masalah global yang melanda masyarakat dunia baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia.

Berdasarkan data dari WHO tahunprevalensi obesitas pada usia dewasa di Indonesia sebesar 9,4% dengan pembagian pada pria mencapai 2,5% dan pada wanita 6,9%. Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor, Penyebab Obesitas Pada Anak dan Orang Dewasa antara lain: FAKTOR GENETIK. Tetapi anggota keluarga tidak haya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang biasa mendorong terjadinya obesitas.

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan berdasarkan beberapa pengukuran tertentu. Obesitas pada anak adalah kondisi medis pada anak yang ditandai dengan barat badan di atas rata-rata dari Indeks Massa Tubuhnya (Body Mass Index) yang di.

Makalah obesitas pada dewasa
Rated 5/5 based on 93 review